Ini Penyebabnya, Regulasi Kendaraan Listrik Stak di Tempat

 

Motor01.com – Pembahasan mengenai regulasi dengan kendaraan rendah emisi karbon termasuk mengenai mobil listrik, masih belum tuntas. Terdapat 4 topik yang masih belum menemukan titik temu.

“Pemerintah masih mencari formula yang paling tepat. Empat hal yang menjadi fokus pembahasan adalah dampak terhadap penjualan mobil, ekonomi, komitmen mengurangi emisi gas buang, dan ekspor,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika, di Jakarta.

Menjelang tahun lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan jika regulasi mobil listrik bakal selesai di awal tahun 2018. Bagi Putu, Sekarang inipemerintah masih belum dapat dikatakan terlambat.

“Awal tahun ini sampai triwulan pertama selesai,” papar dia.

Pemerintah berhati-hati untuk menerbitkan regulasi mobil listrik sebab tak ingin terdapat aturan ini memberikan terlalu banyak kontraksi terhadap penjualan mobil di dalam negeri. Regulasi mobil listrik dapat disebut bakal mengubah peta jalan industri otomotif di dalam negeri.

“Di dalam aturan itu akan banyak kategori yang berubah, apabila dulu berbasis pada kubikasi mesin, aturan anyar ini akan mengacu pada emisi gas buang per kilometer. Diskusinya cukup memakan waktu,” ujar Putu.

Putu mengimbuhkan, pada peta jalan industri otomotif Kementerian Perindustrian, pemerintah punya target produksi mobil dengan emisi gas buang sesuai dengan regulasi mobil listrik menguasai 30% pasar otomotif Tanah Air dalam 17 tahun yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *