Jika Pabrik Sudah Ada, RI Akan Jadi Pusat Produksi Hyundai di ASEAN

 

Motor01.com – Wacana pendirian pabrik di kawasan Asia Tenggara, yaitu Indonesia & Vietnam oleh Hyundai Motor Vietnam oleh Hyundai Motor Company kembali mencuat. Khusus untuk RI, disebutkan proses telah masuk kedalam tahap finalis.

Itulah yang dijelaskan oleh Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno. Jika sudah dapat diselesaikan dalam waktu dekat, Indonesia akan jadi pusat produksi mobil Hyundai di kawasan ASEAN.

“Saya katakan, Hyundai Motor Company Korea sudah berbincang dengan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto dan sekarang statusnya masih memfinalisasi. Tapi saya harapkan hasilnya akan baik. Presiden kita, Pak Jokowi juga nanti ada rencana ke Korea juga. Moga-moga ada kabar yang lebih baik,” terangnya pada wartawan di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018, JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

“Indonesia adalah negara di ASEAN yang berpotensi otomotifnya meningkat sangat tinggi. Maka, kalau pabrik diputuskan Indonesia bakal jadi production base di ASEAN,” tambah Mukiat.

Walaupun beberapa tahun ke belakang pasar otomotif cenderung menurun, imbuhnya, Indonesia dianggap mempunyai kemampuan dan potensi yang paling tinggi se-ASEAN dalam hal dunia otomotif. Berdasarkan dengan sejarah, pernah negeri ini perolehan penjualan mobilnya meningkat drastis, tiga kali lipat dalam satu tahun.

“Kalau untuk pasar ASEAN yang memang otomotifnya tumbuh jauh lebih besar ya Indonesia. Memang, 4 sampai 5 tahun kemarin stagnan dan bahkan sedikit turun. Tapi jangan menganggap ini jelek karena memang ekonomi dunia juga sedang turun. Setelah infrastruktur beres, Indonesia bakal loncat seperti tahun 1998 dulu,” ujar Mukiat.

Di tahun 1998, saat sedang krisis, pasar otomotif di Indonesia melesu sampai cuma mampu untuk mencetak penjualan mobil sebesar 68.000 unit. Tapi setahun selanjutnya kemudian meningkat jadi 99.000 unit. Di tahun 2000, ada lonjakan penjualan mobil hingga 3 kali lipat di Indonesia, 300.000 unit/tahun.

“Availability-nya akan tinggi. Ekspor juga akan meningkat bila pabrik di Indonesia sudah dibangun. Pak Jokowi juga kan untuk industri diharapkan mampu mengekspor secara CKD, selain CBU,” ucap Mukiat.

“Supplier komponen di Indonesia sudah cukup membaik sekarang. Meski belum cukup (600-an),” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *