Kevin Schwantz Menilai Marquez Tak Perlu Diskualifikasi

Kevin Schwantz Menilai Marquez Tak Perlu Diskualifikasi

Motor01.com – Kevin Schwantz legenda MotoGP berharap semua pihak untuk tidak terlalu menyalahkan Marc Marquez atas insiden senggolan sang pembalap dengan Valentino Rossi pada MotoGP Argentina.

Schwantz menilai, Marquez seharusnya dihukum dengan ditempatkan dalam masa percobaan, bukan ancaman diskualifikasi seperti kabar yang terdengar belakangan ini.

Marc Marquez menjadi pusat perhatian dalam balapan yang digelar di Sirkuit Termas de Rio Hondo, tiga pekan lalu. Saat laga baru berjalan satu lap, Marquez mendapat hukuman penalti ride trough, setelah mengabaikan arahan race direction karena motornya mogok sebelum start.

Marquez kembali membuat ulah dengan menyenggol Aleix Espargaro dan Valentino Rossi di tengah-tengah balapan. Akibat senggolan Marquez, Rossi akhirnya jatuh meski masih bisa menuntaskan balapan di posisi ke-18.

Namun, insiden itu memperburuk hubungan kedua pembalap yang sudah retak sejak 2015. Permintaan maaf Marquez ke paddock Yamaha pun kemudian ditolak mentah-mentah.

Akibat pelanggaran yang dilakukannya Marquez sudah menerima tiga hukuman, termasuk penalti 30 detik dan turun peringkat di posisi ke-18 yang semula finish di posisi kelima. Namun, masih ada perdebatan mengenai hukuman Marquez, yang dianggap kurang setimpal.

Banyak yang menilai, Marquez seharusnya didiskualifikasi pada race selanjutnya, akibat tindakannya yang dinilai membahayakan nyawa pembalap lain. Mantan juara dunia kelas 500cc, Kevin Schwantz mengatakan, Marquez harus diberikan terguran soal gaya balapnya yang terkesan agresif. Jadi apabila insiden serupa terjadi lagi, Marquez akan didiskualifikasi.

“Dia memang sudah dihukum untuk apa yang dia lakukan. Tapi menurut saya dia seharusnya ditempatkan dalam masa percobaan di sisa musim ini,” ujar Schwantz, dilansir Autosport, Selasa (17/4/2018).

“Dia harus diberitahu bahwa kalau untuk alasan apa pun, dia menyenggol pembalap lain karena aksi dia sendiri, maka dia akan didiskualifikasi. Sekalipun itu karena ada kesalahan di mana dia membahayakan dirinya sendiri dan melaju terlalu cepat untuk kondisi lintasan. Dia kan seorang juara, dia tahu apa yang dia lakukan. Jadi dia akan tahu apakah dia terlalu cepat meski sebelum dia perlu menyalip motor lain dari dalam dan terjadi kontak.”

“Anda tidak bisa hanya jatuh, menabrak pembalap lain dan kemudian, ‘Oh maaf, aku membuat kesalahan.’ Kita semua tahu itu tidak benar,” sambung Schwantz.

“Semua orang terkadang membuat sesekali kesalahan di situasi-situasi kritis, tapi dia tidak seharusnya tidak terus menciptakan situasi kritis untuk dirinya sendiri di mana kesalahan-kesalahan dia bisa membahayakan pembalap lain,” ungkap Schwantz.

Untuk meredakan ketegangan, Marc Marquez dan Valentino Rossi akan diajak bicara oleh penyelenggara MotoGP, Dorna, di seri keempat GP Austin, Amerika Serikat, 23 April mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *