Maverick Vinales Terus Meratapi Kegagalannya di MotoGP 2017

Maverick Vinales Terus Meratapi Kegagalannya di MotoGP 2017

Motor01.com – Maverick Vinales pembalap tim Movistar Yamaha terus meratapi kegagalannya di MotoGP 2017, karena saat itu performa Vinales menurun drastis mulai tengah hingga akhir musim.

Vinales hanya berhasil finish di posisi ketiga klasemen MotoGP di belakang Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Hasil ini sungguh mengecewakannya karena Vinales mengaku sempat merasa di puncak dengan memenangkan 5 laga awal pada MotoGP 2017 lalu.

“Apa yang paling mengejutkan saya musim ini yaitu penampilan kami. Kami bisa berada di paling depan saat paruh musim, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa di paruh musim kedua,” ujarnya seperti dikutip GPOne.

Apa yang terjadi ternyata tidak sesuai debgan harapan Vinales, dia berharap bisa langsung menjuarai MotoGP 2017 saat bergabung Yamaha dari Suzuki Ecstar.

“MotoGP 2017 musim yang membuat saya paling menderita. Saya memulai dengan fisik dan mental bagus. Saya sempat berpikir pembalap lain bakal berusaha kalahkan saya, tapi ternyata kami kesulitan dengan ban,” ujarnya.

Maverick Vinales berharap akan turun hujan pada tes privat di Sirkuit Sepang yang akan berlangsung awal Desember 2017. (dok. Yamaha MotoGP)

Vinales tak ragu untuk menyalahkan ban Michelin sebagai penyebab memburuknya penampilan di musim lalu. Meski dia pun tak menampik potensi motor yang buruk.

“Karena semua pakai ban yang sama, kami harus bisa mengatur pemakaiannya. Ban itu jadi kunci,” katanya.

“Motor kami bekerja lebih baik dengan ban lunak dan saat Michelin ganti jenis ban, kami tak mampu membuat keputusan yang tepat saat balapan,” ujarnya.

Vinales berhasil mencatatkan namanya menjadi yang tercepat pada tes MotoGP hari pertama di Sirkuit Ricardo Tormo, Selasa (15/11/2017). (dok. MotoGP)

Satu hal yang juga menjadi masalah di Yamaha yaitu seringnya pergantian rangka motor. Banyak yang menduga ini merupakan upaya Yamaha untuk memenuhi permintaan Rossi.

Meski begitu, Vinales tak yakin apa yang dilakukan Yamaha salah. Dia yakin, Yamaha merupakan tim juara yang selalu ingin menang.

“Yamaha selalu berusaha keras untuk melakukan yang terbaik buat saya dan Rossi. Saya selalu bebas untuk memilih rangka motor yang saya inginkan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *