Mesin Motor Kemasukan Air, Lakukan Hal Ini

Mesin Motor Kemasukan Air, Lakukan Hal Ini

Motor01.com – Hujan deras yang turun tak henti-hentinya yang sebab banjir, seringkali membuat motor terpaksa menerobos banjir yang busa saja motor mengalami mogok. Setidaknya ada tiga hal penyebab motor mogok saat menerobos banjir.

Motor mogok yang terkena banjir, bisa disebabkan filter udara. Potensi masuknya air melalui filter udara jelas cukup besar. Sebab, komponen ini bertugas menyuplai udara dari luar untuk masuk ke ruang bakar.

“Menempati posisi paling depan pada bagian mesin, filter udara bertugas untuk menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran. Kondisi filter udara yang sudah tidak baik bisa berakibat masuknya air ke dalam ruang pembakaran. Tentu saja hal ini berakibat pada mesin menjadi mati,” ujar Budi Pemilik Bengkel JMS.

Air juga bisa masuk melalui celah kepala busi. Jika kemasukan air maka tidak ada api di ruang bakar karena busi bertugas membantu pengapian pada mesin. Mauknya air pada busi bisa menyebabkan motor mogok.

“Bagian berikutnya pada mesin yang berada pada posisi rendah dan berpotensi terkena banjir adalah busi. Kondisi kabel penutup busi yang tidak baik, misalnya ada sobekan bisa mengakibatkan pengapian tidak sempurna dan berujung pada kepala busi yang basah terkena air yang masuk lewat celah,” terang Budi .

Bagian lain paling rendah dan berpotensi menyebabkan mogok adalah knalpot. Bukaan gas yang tidak konstan ketika melewati genangan air mengakibatkan adanya tarikan udara masuk ke dalam dari knalpot menuju ruang pembakaran sehingga mesin bisa mati.

“Melalui knalpot, air ini masuk melalui lubang kecil dekat bagian silinder,” tambahnya. “Walaupun tampaknya murah dan mudah, filter udara dan boks filter udara perlu diperhatikan kondisinya. Sebaiknya minimum lakukan pengecekan sebulan sekali terhadap kendaraan untuk memastikan Anda tidak terjebak dalam masalah ketika melewati genangan,” imbuhnya lagi.

Risiko lainnya adalah oli mesin bisa tercampur dengan air. Saat oli mesin tercampur dengan air, apakah cukup keluarkan airnya, lalu diganti dengan pelumas baru? tentu tidak.

Ternyata bukan hanya sekali ganti oli lalu selesai persoalan. Setidaknya menurut pemilik Bengkel JMS, Jakarta Barat ini ganti oli setelah air dikeluarkan, ada proses penggantian berikutnya. Usai dimasukkan oli baru, kemudian nyalakan mesin selama 10 menit.

Setelah oli bersirkulasi dalam mesin untuk menarik air yang tersisa, kuras kembali oli di dalam mesin. Lalu masukkan pelumas kembali. “Ketika oli yang terkuras tidak ada buih atau bercak kecoklatan, mesin sudah sehat dan siap digunakan kembali,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *