Penyebab Seringnya Spidometer Motor Rusak dan Harga Perbaikannya

 

Penyebab Seringnya Spidometer Motor Rusak dan Harga PerbaikannyaMotor01.com – Spidometer mati menjadi masalah yang sering terjadi pada sepeda motor dan bisa mengganggu pengendara karena tanpa spidometer pengendara tidak bisa memperkirakan kecepatan motor yang dikendarai.

“Penyebabnya karena kabel spidometer yang putus atau girboks di samping teromolnya rusak, kalau girboks yang rusak agak mahal sekitar Rp 300 ribu untuk Honda Supra X lawas. Makanya kita cek dulu satu-satu apa penyebabnya,” kata Budi, pemilik bengkel JMS di Pesing, Jakarta Barat..

Menurut pemilik bengkel JMS, biasanya, kerusakan seperti itu disebabkan karena adanya debu atau air yang masuk ke dalam slang spidometer. Kerusakan juga bisa terjadi karena usia kabel spidometer yang sudah lama.

“Kerusakan spidometer bisa karena kabelnya sudah tua, atau ada debu dan air yang masuk ke dalam selangnya jadi ada korosi dan karatan, akhirnya putus deh. Atau karena debu atau air yang masuk jadinya kotoran menumpuk di dalam. Jadinya girboks rusak,” ungkapnya.

Jika Spidometer kotor bisa dibersihkan dengan membukanya terlebih dulu. Namun, bila Spidometer rusak maka harus segera diganti dengan yang baru.

“Cara membersihkannya dengan dibuka lalu dicuci pakai sabun colek. Setelah dibilas dan lap hingga kering, dibersihkan lalu dikasih gemuk atau grease, lalu kabel spidometer dikocok-kocok di dalam slangnya agar kotorannya keluar,” terangnya.

Pemilik bengkel JMSi juga mengatakan, spidometer yang rusak tidak berpengaruh ke indikator bensin karena spidometer dan indikator bensin berada di posisi yang terpisah.

“Spidometer kan untuk mengukur kecepatan kendaraan dan mengukur jarak tempuh yang telah dilalui. Ini tidak akan merusak indikator bensin, karena terpisah posisinya antara spidometer,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *